Penganiayaan Napi, Ormas Aceh Barat Beraudensi Dengan Kapolres


Meulaboh | Diliputnews – Puluhan Organisasi Masyarakat Sipil (Ormas) Aceh Barat siang tadi Senin (18/6), melakukan pertemuan dengan Kapolres Aceh Barat, mendesak tersangka penganiyaan napi Hendra (29) di LP Meulaboh, untuk ditahan dan di proses secara hukum yang berlaku, demi terciptanya rasa keadilan bagi pihak korban.

Dalam pertemuan tersebut Organisasi Masyarakat Sipil yang hadir diantaranya, LBH Pos Meulaboh, LSM Asoh, Gerak Aceh Barat, DPW FOPKRA Aceh Barat, KPW SMUR Aceh Barat, DPW KMPA Aceh Barat, FK-GEMAB Aceh Barat, BEM FISIP – UTU, Alumni CEFIL, HMI Cabang Meulaboh, SOMBEP Aceh Barat, LSM Gebrak.

Kapolres Aceh Barat AKBP Artanto mengatakan dalam pertemuan tersebut pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin menangani kasus tersebut sesuai aturan yang berlaku dan berjanji menuntaskan kasus tersebut dengan cepat, serta akan segera melimpahkan berkas perkara ke kejaksaan negeri Meulaboh untuk di tindak lanjuti.

AKBP Artanto juga menjelaskan mengenai tidak ditangkap dan ditahanya dua orang tersangka penganiyaan Napi tersebut dikarenakan pertimbangan kekurangan tenaga di Lapas Meulaboh, sehingga di takutkan akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

“Kita mempertimbangkan kondisi penjaga lapas yang sekarang masih kurang, dan sangat dibutuhkan untuk tenaga dilapas meulaboh pasca kaburnya 42 Napi yang lalu,” ungkap Kapolres.

Sementara itu Perwakilan SOMBEP Aceh Barat Burhanuddin , usai melakukan pertemuan kepada Diliputnews.com mengatakan Pertemuan itu selain untuk menayakan keseriusan pihak kepolisian dalam menangani kasus penganiyaan napi di Lapas Meulaboh, juga untuk mendesak pihak kepolisian Aceh Barat untuk melakukan penangkapan dan penahanan kepada dua orang sipir Lapas Meulaboh, Muhammad Yasin dan Yusmadi yang sudah di tetapkan sebagai tersangka.

“Elemen Sipil berharap pelaku di tahan karena sudah di tetapkan sebagai tersangka, sehingga memberikan kenyamanan terhadap korban dan saksi yang berada di Lapas, minimal ada pemisahan antara korban dan saksi dengan tersangka agar tidak muncul lagi upaya Itimidasi dari tersangka sebagai Pekerja Lapas,” tutur Burhanuddin.

Link : http://diliputnews.com/penganiayaan-napi-ormas-aceh-barat-beraudensi-ke-polres.html

Pos ini dipublikasikan di Fopkra, Kriminal dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s