Massa Hadang Muzakir Manaf


Jumat, 22 Juni 2012 14:23 WIB
* Sesama KPA Bentrok
MEULABOH – Serombongan massa yang disebut-sebut mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Kamis siang kemarin menghadang Wakil Gubernur (Wagub) Aceh terpilih, Muzakir Manaf yang sedang berkonvoi menuju Desa Seuneubok, Kecamatan Woyla, Aceh Barat. Acara peusijuek yang disiapkan masyarakat gagal dilaksanakan karena Muzakir Manaf memutuskan kembali ke ibu kota kabupaten di Meulaboh.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Artanto SIk yang ditanyai Serambi, Kamis (21/6) sore mengatakan pihaknya sudah menurunkan personel untuk melakukan penyelidikan kasus penghadangan Muzakkir Manaf yang akan menuju ke Desa Seuneubok. “Hasil penyelidikian sementara, ini kasus internal mereka sesama KPA,” kata AKBP Artanto.

Informasi dari berbagai sumber lainnya menyebutkan, penghadangan itu melibatkan massa berjumlah sekitar 200 orang yang disebut-sebut mantan kombatan GAM yang bernaung di bawah Komite Peralihan Aceh (KPA) Aceh Barat. Kasus itu sendiri terjadi sekitar pukul 14.10 WIB di lintasan Meulaboh-Kuala Bhee, kawasan Desa Seuneubok atau sekitar 300 meter lagi dengan lokasi acara.

“Waktu itu Mualem dan rombongan sedang dalam perjalanan untuk menghadiri peusijuek (tepung tawar) atas kemenangan Zikir (Zaini-Muzakir) pada Pilkada 2012. Namun ada sekelompok massa yang tidak menginginkan beliau hadir pada acara tersebut. Acara itu sendiri dilaksanakan Partai Aceh (PA) bersama pasangan cabup/cawabup yang diusung PA yaitu HT Alaidinsyah (H Tito) dan H Rachmat Fitri HD (H Nanda),” kata seorang sumber di kalangan elite PA.

Aksi penghadangan itu sendiri terjadi di lintasan Meulaboh-Kuala Bhee, sekitar 60 km utara Meulaboh. Massa yang melakukan penghadangan menilai kehadiran Muzakkir Manaf ke acara tersebut akan melukai perjuangan mantan kombatan GAM.

Dalam aksi penghadangan tersebut juga ada suara yang meminta Muzakkir Manaf selaku pemimpin tertinggi di jajaran KPA dan PA tetap netral dalam pilkada putaran kedua di Aceh Barat.

Menurut laporan, sempat terjadi bentrokan ketika penghadangan tersebut. Massa memaksa Muzakir Manaf dan rombongan tidak melanjutkan perjalanan ke Kuala Bhee. Akhirnya di bawah pengawalan ketat, Muzakir Manaf memutuskan kembali ke Meulaboh.

Massa yang sudah berada di lokasi kegiatan dilaporkan sangat kecewa ketika mengetahui Mualem tak bisa hadir bersama mereka.(edi)

Pos ini dipublikasikan di Kriminal, Politik dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s