Warga Protes Irigasi Jebol


Sabtu, 1 September 2012 11:38 WIB

MEULABOH – Tokoh masyarakat Desa Manjeng, Kecamatan Pante Ceuremen, Aceh Barat, Jumat (31/8) mendatangi DPRK setempat memprotes terhadap tidak diperbaikinya irigasi Tanjong Semantok, yang jebol beberapa bulan lalu. Pasalnya, ekses dari itu, petani dari tiga desa dengan luas areal sawah 24.000 belum bisa turun ke sawah karena tidak tersedia air.Kadatangan warga diterima oleh anggota DPRK dari daerah pemilihan (DP) Kecamatan Pante Ceuremen, Kaway XVI, Meureubo, dan Panton Reu yakni Abdul Kadir dan Nurhayati. Warga yang datang adalah Razuan (Keuchik Manjeng), Merah Budiman, M Arif (Keureng Blang), M Yusuf, dan Banta Lidan.

“Kedatangan kami ke DPRK ini sudah yang ketiga kalinya, karena ketika turun ke sawah tetap tidak bisa karena tidak bisa mengalir air dari irigasi,” ujar Razuan.

Razuan mengatakan, ekses dari tidak bisa berfungsi irigasi itu menyebabkan sawah penduduk  di tiga desa meliputi Desa Manjeng, Seumantok, dan Pante Ceuremen kekeringan. “Lebih mengecewakan lagi, ketika pertemuan beberapa waktu lalu katanya akan ditanggulangi dengan baik, tetapi kenyataan di lapangan tidak demikian sehingga kedatangan kami ke DPRK agar disampaikan ke dinas sehingga bisa diperbaiki irigasi yang jebol tersebut,” tambahnya.

Menurutnya, keberadaan irigasi itu sebelumnya sempat diprotes tetapi tetap dipaksakan dibangun di lokasi itu sehingga ketika baru beberapa bulan siap menjadi ambruk kembali. Padahal sebelum ada dam itu masyarakat tani masih bisa menikmati air tetapi kini sedikit pun tidak sehingga membuat petani kecewa. “Kami meminta Pemkab tidak hanya buang badan, sebab kami kini tidak bisa mengolah sawah,” ujar Razuan.(riz)

* penjelasan dprk
Proyek Asal Jadi

ANGGOTA DPRK Aceh Barat, Abdul Kadir dan Nurhayati mengungkapkan, proyek irigasi Tanjong Semantik itu dibangun asal jadi oleh rekanan menghabiskan anggaran Rp 2,3 miliar tahun 2011 lalu.

Padahal, DPRK dalam pertemuan bulan April lalu sudah menekankan agar rekanan agar tidak lepas tangan sehingga proyek itu bisa bermanfaat. Tetapi kini malah menjadi proyek tidak membawa manfaat. Kita meminta Dinas Cipta Karya dan Pengairan Aceh Barat segera menanggulangi sehingga petani bisa segera turun ke sawah,” ujar Abdul Kadir.(riz)

* respons dinas
Sudah Pernah Diperbaiki

KADIS Cipta Karya dan Pengairan Aceh Barat, Sofyan yang coba dihubungi Serambi melalui ponselnya, tidak mau mengangkat ponselnya. Namun sebelumnya, ketika dihubungi oleh AbdulKadir, anggota DPRK Aceh Barat, ia baru menjawabnya. Dalam penjelasannya yang ikut didengar Serambi, Sofyan mengatakan  sudah pernah memperbaikinya. Namun ia berencana perlu ditanggulangi permanen dengan meletakkan batu gajah yang direncanakan tahun 2013 mendatang.(riz)

mereka menemui dprk
* Razuan (Keuchik Manjeng)
* Merah Budiman
* M Arif (Keureng Blang)
* M Yusuf
* Banta Lidan

Pos ini dipublikasikan di Pembangunan dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s