Mualem Kembali Pimpin PA


Minggu, 3 Maret 2013 10:05 WIB
Gambar
Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA), Muzakir Manaf (kiri) didampingi Juru Bicara KPA Pusat, Mukhlis Abee (kanan) dan ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW-PA) Bireuen, Darwis Djeunieb (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan usai Musyawarah Besar I Partai Aceh yang digelar di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Sabtu (2/3). Muzakir Manaf terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum Partai Aceh untuk periode 2013-2018.

* Pertemuan Mendadak Jadi Mubes
BANDA ACEH – Muzakir Manaf (Mualem) kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Aceh Partai Aceh (DPA PA) periode 2013-2018, dalam Musyawarah Besar (Mubes) I Partai Aceh yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Sabtu (2/3).

Mubes yang dibuka langsung Mualem ini dihadiri sekitar 300 peserta dari pimpinan dan pengurus DPW PA dan KPA se-Aceh. Turut hadir juga pengurus Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA), Putroe Aceh, dan beberapa perwakilan ormas di bawah naungan PA.Menurut sejumlah informasi di lokasi Mubes I PA, kemarin, sebetulnya agenda awal hanya rapat persiapan Mubes. Tapi kemudian muncul desakan dari semua peserta rapat agar Mubes dipercepat. Hal ini dipicu oleh pidato politik Mualem yang menitikberatkan pada pemenangan Pemilu 2014 yang sudah di ambang pintu.

Mualem menegaskan menyongsong Pemilu 2014, calon anggota legislatif yang diusung PA mestilah kader terbaik partai. “Sehingga fungsi mereka nanti saat duduk di dewan tidak hanya berperilaku 4D (duduk, dengar, diam, dan duit),” ujar Mualem yang mendapat aplus dari peserta Mubes.

Menurut Mualem, pada Pemilu 2014 nanti, PA harus bisa meraih 60 kursi di DPRA. Ia juga menyinggung soal rencana PA mengirimkan kader terbaik ke DPR RI melalui partai nasional (parnas). “Parnas mana yang akan kita gandeng nanti, akan kita putuskan kemudian. Pada prinsipnya kita terbuka pada semua parnas yang ada di Aceh,” ujar Mualem yang kini juga menjabat sebagai Wagub Aceh.

“Di samping itu kepengurusan di bawah pimpinan saya sudah lama berakhir. Jika hari ini kita hanya membuat rapat persiapan Mubes tentunya, Mubes akan dilaksanakan paling cepat tiga bulan ke depan. Karena yang hadir dalam pertemuan ini adalah para pengurus harian DPW dan KPA seluruh Aceh. Maka lebih baik pertemuan hari ini kita ubah saja menjadi Mubes,” ujarnya.

“Apakah setuju?” tanya Mualem. Peserta rapat langsung menyambut dengan pernyataan setuju. “Setujuuuu…” sahut seluruh peserta. Mualem kemudian melanjutkan pidatonya. “Jika sudah setuju, maka saya nyatakan rapat hari ini sebagai Mubes I Partai Aceh,” ujarnya.

Mualem langsung mengetuk tiga kali sebagai tanda Mubes resmi dibuka. Para udangan yang hadir pun bertepuk tangan. Ia kemudian menyatakan kepengurusan DPA PA periode lalu yang dipimpinnya demisioner. Suasana ruang rapat langsung hening seketika, dan para peserta tampak saling melirik sesama.

“Karena saya sudah demisioner, maka untuk melanjutkan Mubes ini perlu dipimpin oleh tiga pimpinan sidang, yang jika hadirin menyetujuinya saya akan tunjuk tiga orang yaitu, Tgk Zulkarnaini Hamzah (Ketua DPW PA/KPA Aceh Utara), Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak (Wakil Ketua DPA PA demisioner), Tgk Sarjani Abdullah (Ketua DPW PA Pidie),” ungkap Mualem, yang langsung disetujui oleh peserta Mubes.

Menjelang pukul 12.13 WIB, kemarin, Kamaruddin Abubakar mengambil posisi sebagai pimpinan sidang dalam pemilihan Ketua DPA PA yang baru. Namun tiba-tiba dalam forum rapat secara aklamasi terdengar suara yang meminta nama Muzakir Manaf memimpin kembali DPA PA periode lima tahun mendatang.

Meski begitu, pimpinan sidang tetap menawarkan sekali lagi kepada forum. “Apakah Mualem layak menjadi ketua untuk periode selanjutnya?” tanya Kamaruddin. Seluruh peserta Mubes pun kemudian berdiri sambil mengancungkan tangan ke atas dengan meneriakkan kata-kata ‘setuju’.

Pimpinan sidang kemudian langsung mengetuk palu tanda menetapkan keputusan Mualem sebagai Ketua Partai Aceh yang baru dan sekaligus bertindak sebagai ketua formatur. Sidang kemudian dilanjutkan Sarjani dengan agenda pemilihan anggota tim formatur untuk menyusun pengurus lengkap DPA PA periode 2013-2018

Forum Mubes I DPA PA memberi waktu 3 x 24 jam bagi Tim Formatur untuk menyusun kepengurusan lengkap. Artinya, nama-nama yang duduk di kepengurusan DPA PA periode 2013-2018 untuk mendampingi Mualem sudah diumumkan paling lambat, Selasa (5/3) sore.(sar/sup)

Siapa Sekjen PA?
SETELAH Muzakir Manaf (Mualem) terpilih kembali sebagai Ketua Umum Dewan Pimpin Aceh Partai Aceh (DPA PA) periode 2013-2018, secara aklamasi dalam Mubes I DPA PA, di Banda Aceh, kemarin, orang kemudian meraba-raba siapa Sekjen PA yang akan mendampingi Mualem.

Sudah lumrah pada sebuah organisasi selain kursi ketua umum yang mejadi incaran banyak pihak, berikutnya kursi Sekretaris Jenderal (Sekjen). Beberapa saat usai Mualem terpilih menjadi nahkoda PA, langsung forum Mubes diriuhkan dengan munculnya sejumlah nama untuk posisi calon Sekjen.

“Kita mengharapkan sekjen itu tentu figur memiliki karismatik dan bisa kerjasama dengan ketua umum terpilih,” kata Hendra seorang kader Partai Aceh kepada Serambi, kemarin disela-sela Mubes.

Dari sekian nama yang muncul untuk calon Sekjen, ada dua nama yang terus berkibar dan dinilai berpeluang besar untuk menempati posisi orang nomor dua di PA itu. Kedua nama itu adalah, Darwis Jeunieb yang kini menjabat sebagai Ketua DPW PA/KPA Bireuen, dan Mukhlis Abee (Jurubicara KPA Pusat).

Arah kedua tokoh PA ini menjadi calon kuat untuk posisi Sekjen mengantikan Yahya Muaz, sudah terlihat. Karena saat Mualem menggelar jumpa pers dengan usai dia terpilih menjadi Ketua Umum PA, tampak kedua orang tersebut turut hadir mendampingi dirinya. Banyak pihak memperkirakan Yahya Muaz tidak menduduki jabatan Sekjen lagi untuk periode mendatang. Namun posisi Wakil Ketua I diperkirakan masih diduduki Kamaruddin Abubakar.

Sosok Darwis Jeunieb, bagi kader PA memang tidak asing lagi. Pria berperawakan tinggi dengan kepala plontos dan jenggot khasnya ini, cukup disegani di kalangan PA maupun KPA. Ia tidak banyak bicara dan kerap menjadi penengah setiap terjadi ‘kemelut’ di tubuh PA maupun KPA. “Beliau itu punya wibawa dan kharisma. Saya kira sangat layak mendampingi Mualem,” ujar seorang kader PA yang tidak mau disebut namanya.

Di mata kader PA lainnya, sosok Mukhlis Abee juga tepat untuk mendampingi Mualem untuk lima tahun ke depan. “Kalau Mukhlis Abee juga bagus, dan Darwis Jeunib juga tepat,” kata Muhammad kader PA lainnya.

Mukhlis Abee yang coba dikonfirmasi kemarin, menyangkut namanya turut dimunculkan untuk calon kuat sebagai Sekjen PA, ia tidak mau memberi komentar apa pun. “Saya tak mau menanggapi hal itu. Saya masih muda,” katanya sembari berlalu.

Meskipun dua nama ini sudah mulai digadang-gadangkan untuk posisi Sekjen DPA PA periode 2013-2018 mendatang, namun tidak tertutup kemungkinan munculnya calon lain. Karena ini politik dan bisa berubah kapan pun. Maka semuanya tergantung bagaimana lobi dan kesepakatan Tim Formatur plus Ketua Umum terpilih tentunya. (suprijal yusuf)

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2013/03/03/mualem-kembali-pimpin-pa

Pos ini dipublikasikan di Partai Aceh, Politik dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s