PA Bantah Serukan Pawai Bendera


Minggu, 31 Maret 2013 10:37 WIB

* Muzakir Manaf Minta Rakyat tak Terprovokasi 

BANDA ACEH – Pimpinan Partai Aceh (PA) dan Komite Peralihan Aceh (KPA) membantah telah mengeluarkan seruan aksi pawai bendera dan lambang Aceh pada, Senin (1/4) besok. Seruan dimaksud beredar sejak tiga hari terakhir, melalui pesan singkat (sms) dan fasilitas Blackberry Messenger (BBM). 

Bantahan terhadap beredarnya seruan yang mengatasnamakan PA/KPA itu disampaikan oleh sejumlah petinggi PA/KPA, termasuk Ketua Umum DPA PA/Ketua KPA Pusat, Muzakir Manaf, melalui pesan tertulis kepada Serambi, malam tadi.

Dalam pesannya, Muzakir Manaf menyampaikan dua pernyataan penting terkait beredarnya ajakan pawai bendera yang mengatasnamakan PA/KPA. Pertama, pimpinan PA/KPA mengajak seluruh masyarakat Aceh agar tidak terpancing untuk melakukan pawai maupun unjuk rasa, baik di daerah masing-masing maupun ke Banda Aceh.

“Kedua, masalah pengesahan Qanun Bendera dan Lambang, biarkan diselesaikan menurut mekanisme hukum yang berlaku dan dimohon jangan dibawa ke ranah politik yang dapat mengganggu ketententraman dan kedamaian Aceh. Demikian imbauan ini, semoga semua pihak dapat menjaga ketentraman dan kedamaian. Marilah kita sama-sama menjunjung supremasi hukum untuk menyelesaikan permasalahan Qanun Lambang dan Bendera ini,” demikian Muzakir Manaf.

Hal hampir senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua V Bidang Hukum dan HAM Partai Aceh, Kamaruddin SH melalui telepon kepada Serambi malam tadi. “Ada dua hal yang perlu kami sampaikan, pertama, Partai Aceh dan Komite Peralihan Aceh tidak mengeluarkan seruan tersebut. Kedua, kita menyerahkan proses qanun Aceh tentang lambang dan bendera ini pada proses legislasi berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,” kata Kamaruddin..(nal) 

Adi Laweung: Nama Saya Dicatut
DALAM waktu hampir bersamaan, tadi malam, anggota DPRK Pidie dari Fraksi PA, Suadi Sulaiman (Adi Laweung) juga menyampaikan bantahan telah mengeluarkan seruan untuk pawai mendukung pengesahan Qanun Bendera dan Lambang Aceh.

“Saya merasa keberatan dengan beredarnya sms dan bbm atas nama saya menyangkut dengan konvoi bendera Bintang Bulan pada Senin 1 April 2013. Itu bukan sms dari saya, tapi hanya mencatut nama dan nomor handphone saya,” kata Adi Laweung.

“Saya mengharapkan kepada rakyat Aceh untuk mengabaikan sms tersebut. Karena pada prinsipnya Qanun Bendera dan Lambang ini memang sudah sesuai dengan arahan dari Pak Gubernur Aceh bahwa kita harap bersabar hingga selesainya proses lanjutan dari pemerintah pusat,” kata dia.

Dalam sms dan bbm yang beredar berantai sejak tiga hari lalu, nama Adi Laweung turut disebut sebagai pihak yang mengundang alias koordinator aksi. “Sekali lagi saya tegaskan bahwa saya tidak pernah mengeluarkan seruan tersebut. Itu hanya ulah provokator untuk memperkeruh suasana Aceh,” ujarnya.(nal)

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2013/03/31/pa-bantah-serukan-pawai-bendera

Pos ini dipublikasikan di Bendera Aceh, Partai Aceh, Pemerintahan, Politik, Sejarah dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s