Demo Bendera Meluas


Jumat, 5 April 2013 10:54 WIB

* Panser Hadang Massa 

BANDA ACEH – Kontroversi soal bendera Bintang Bulan sebagai bendera Aceh terus berlanjut. Kemarin, saat seribuan massa dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh berkonvoi ke Banda Aceh untuk menunjukkan dukungan terhadap bendera itu kepada Mendagri Gamawan Fauzi, massa penolak bendera Bintang Bulan dan Lambang Aceh justru beraksi di sejumlah kabupaten/kota. 

Wartawan Serambi dari berbagai daerah, Kamis (4/4) melaporkan, demo penolakan bendera Bintang Bulan terjadi di Takengon, Meulaboh, Kutacane, Langsa, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur. Dalam aksinya, mereka mengusung bendera Merah Putih. Bahkan, di Takengon, massa dari Aceh Tengah dan Bener Meriah membakar bendera Bintang Bulan, saat beraksi di depan Gedung Olah Seni (GOS) setempat.

Sementara di Banda Aceh, keinginan seribuan massa untuk konvoi membawa bendera yang identik dengan bendera GAM itu ke depan Pendapa Gubernur Aceh terhalangi di persimpangan Kodim 0101/BS Banda Aceh, Kamis (4/4) siang. Pasalnya, personel TNI menghadang massa dengan empat mobil panser, sehingga mereka gagal berunjuk rasa di depan Mendagri Gamawan Fauzi yang sedang membahas soal bendera Aceh dengan pejabat pemerintah daerah di pendapa.

Penghadangan dengan panser ini berlangsung sekitar lima menit. Keempat panser ini kembali dimasukkan ke dalam Markas Kodim Banda Aceh, setelah polisi dan TNI bersenjata lengkap berbaris mengamankan massa agar tak bisa merangsek ke depan pendapa. Massa ini mendukung bendera Bintang Bulan sebagai identitas Aceh dalam NKRI. “Kami juga sangat mencintai Merah Putih,” teriak seorang orator.  Massa di Simpang Kodim baru bubar sekitar pukul 18.00 WIB setelah mendengar hasil pertemuan Pemerintah Aceh dengan Mendagri yang disampaikan Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud, Gubernur Zaini Abdullah, dan Wagub Muzakir Manaf . Jalan-jalan menuju Kota Banda Aceh baru lancar kembali pukul 19.00 WIB lebih atau seusai magrib saat massa dari berbagai kabupaten/kota ini kembali ke daerah masing-masing dengan melambai-lambaikan bendera Bintang Bulan.

Kemarin, saat massa pendukung bendera Bintang Bulan meninggalkan Gedung DPRA dan selanjutnya tertahan di Simpang Kodim, di DPRA juga datang massa tolak bendera Bintang Bulan dengan mengikat bendera Merah Putih di pagar Gedung DPRA. Massa tolak Bintang Bulan, informasinya gagal melakukan aksi di Banda Aceh karena khawatir berbenturan dengan massa pendukung Bintang Bulan.

Sementara itu, sejumlah ketua Komisi A DPR kabupaten dan kota di Aceh kemarin merekomendasikan kepada Gubernur Aceh untuk mengeluarkan dan mengibarkan bendera Bintang Bulan.

Desakan itu tertuang dalam poin rekomendasi sejumlah komisi A DPRK kabupaten/kota di Aceh.  Informasi yang diperoleh Serambi, rapat untuk merumuskan rekomendasi tersebut berlangsung 1 April 2013.

Ketua Komisi A DPRK Lhokseumawe, Junaidi Yahya menjelaskan, rekomendasi itu berisi desakan supaya Gubernur Aceh segera mengibarkan bendera Bintang Bulan di Kantor Gubernur Aceh. “Tidak ada tawar-menawar,” ujarnya.

Berhimpunnya sejumlah ketua DPRK dan ketua komisi A DPR kabupaten/kota se-Aceh di Banda Aceh kemarin karena terpengaruh oleh secarik undangan yang dikirimkan mengatasnamakan Ketua DPRA, Drs Hasbi Abdullah MS bahwa pada Kamis, 4 April 2013, pukul 08.00 WIB akan ada pengibaran bendera Aceh di halaman Kantor Gubernur Aceh.

Namun, undangan yang tidak diteken Hasbi Abdullah dan tidak distempel DPRA itu saat dikonfirmasi Serambi dua malam lalu, dinyatakan Hasbi sebagai undangan palsu. Ia merasa dirugikan secara moral dan kelembagaan, karena ada pihak di internal DPRA yang nekat mencatut nama dan jabatannya dalam surat undangan itu. (sal/nal/swa/her)

Aksi pro-merah putih
* Puluhan warga dari Forum Masyarakat Kota Langsa konvoi keliling kota mengusung bendera Merah Putih sejak pukul 10.30 WIB kemarin. Mereka mengecam anggota DPRA dari Parnas karena ikut mendukung pengesahan Bintang Bulan sebagai bendera Aceh

* Massa Merah Putih Barat-Selatan Aceh demo di Meulaboh menolak bendera Aceh dan menuntut agar seluruh anggota DPRA diganti

* Ratusan pendukung Komite Persiapan Pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3ALA) dan mahasiswa Migass konvoi bendera Merah Putih di depan Mapolres menuju Kantor Bupati Agara. Selain menolak bendera Bintang Bulan dan lambang Aceh, mereka juga mendesak pemerintah pusat secepatnya memekarkan Provinsi ALA

* Polda Sumut memastikan akan menurunkan bendera Aceh seandainya ditemukan berkibar di wilayah Sumut. Ini untuk mencegah terjadinya pergesekan antarorang Aceh di Sumut. (md/edi/as/mad)

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2013/04/05/demo-bendera-meluas

Pos ini dipublikasikan di Bendera Aceh, Pembangunan, Pemerintahan, Politik, Sejarah dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s