Komisi A Tolak Klarifikasi Mendagri


Jumat, 5 April 2013 10:24 WIB

* PP Nomor 77/2007 Inkonstitusional

BANDA ACEH – Komisi A DPR Aceh dan DPRK dari beberapa kabupaten/kota di Aceh menegaskan sikap menolak hasil klarifikasi Mendagri terhadap Bendera Aceh. Mereka menilai, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 Tahun 2007 yang menjadi dasar pemerintah pusat mengajukan klarifikasi terhadap Bendera Aceh dinilai inkonstitusional (tidak berdasarkan perundang-undangan). 

“Tentu saja kita menolak klarifikasi Mendagri, dan kalau kami mengikuti otomatis berarti kami melanggar konstitusi,” kata Wakil Ketua Komisi A DPR Aceh Nurzahri kepada wartawan seusai bertemu dengan sejumlah Komisi A DPRK kabupaten/kota di ruang Serba Guna Gedung DPR Aceh, Kamis (4/4).

Dia menyebutkan kehadiran Komisi A dari sejumlah kabupaten/kota adalah untuk membahas 13 poin klarifikasi Mendagri terhadap Bendera Aceh yang dianggap melanggar PP Nomor 77 Tahun 2007 karena persis seperti bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Menurut Nuzahri ada tigas aspek diklarifikasi Mendagri terhadap bendera Aceh yaitu aspek sosiologis, psikologis, dan yuridis yaitu tentang PP Nomor 77 Tahun 2007.

Dia sebutkan PP Nomor 77 dinilai inkonstitusional karena proses penerbitannya tidak sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh (UUPA). Dalam UUPA Pasal 8 menyatakan setiap kebijakan pemerintah pusat terhadap Aceh harus dilakukan dengan konsultasi dan pertimbangan pemerintah Aceh.

“Dalam poin penjelasan PP tersebut, kebijakan administrasi itu adalah termasuk peraturan pemerintah. Ternyata PP 77 tidak pernah dikonsultasikan dan dimintai pertimbangan kepada pemerintah Aceh, tiba-tiba sudah lahir,” sebutnya.

Kebijakan pemerintah pusat melahirkan PP Nomor 77 tersebut berbanding terbalik dengan PP lainnya seperti PP Migas, PP Pertanahan dan PP Kewenangan. “Semua PP ini ada tim dari pemerintah pusat dan pemerintah Aceh yang melakukan konsultasi dan pertimbangan, karena tidak ada titik temu sampai sekarang PP ini belum dilahirkan. PP Nomor 77 tidak seperti itu, tiba tiba saja lahir,” tegasnya.

Nurzahri menyebutkan dalam PP ini juga ada keanehan, bahwa ada penabalan separatis kepada kelompok tertentu. Padahal, katanya, dalam negara hukum penabalan separatis harus diikuti dengan keputusan hukum.

“Misal gerakan terlarang PKI, ada keputusan dari MA dan ada keputusan presiden yang menyebutkan PKI organisasi terlarang. Jadi sah-sah saja ada undang-undang turunannya,” jelasnya politisi PA ini.

Untuk Aceh, kata dia, tidak penah ada keputusan dari MA, MK, maupun kementerian terkait dan Presiden yang mengatakan GAM  adalah gerakan sparatis.  “Menjadi aneh bila dalam PP ini gerakan separatis Aceh yang dimaksudkan itu adalah GAM. Ini panafsiran sepihak dari pemerintah pusat dan ini sangat berbahaya. Sebab kalau dikatakan GAM separatis, saya GAM, Gubernur GAM, Wagub GAM, Ketua DPRA GAM. Kami harus ditangkap semua, lalu kenapa dibiarkan,” tegasnya.

Menurut Nurzahri keanehan lainnya dalam PP 77 juga terkait dengan kata-kata bendera separatis adalah bendera bulan sabit. Sedangkan yang disahkan dalam Qanun Nomor 3 Tahun 2013 adalah bendera bulan bintang, bukan bendera bulan sabit. “Komisi A seluruh Aceh merekomendasikan, kita harus menolak PP ini karena inkonstitusional. Kalau kita orang Aceh mengikuti PP bararti kita melawan konstitusi negara. Makanya kita abaikan PP ini,” ujarnya.(sar)

Tak Akan Bergeser 
KETUA Komisi A DPRK Lhokseumawe, Junaidi Yahya mengatakan pihaknya komit dan tetap mempertahankan bendera bintang bulan dan lambang Aceh. “Kami tidak akan bergeser sedikitpun dari tuntutan itu. Ini permintaan rakyat,”  katanya.

Menurut Junaidi bendera bintang bulan bukan lambang separatis karena GAM bukan lagi separatis. Mendagri, katanya, harus mengakomodir keinginan rakyat Aceh. Hal yang sama disampaikan Adi Laweung dari DPRK Pidie. “Kami tetap mempertahankan lambang itu. Ini permintaan rakyat,” ujarnya.(swa)

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2013/04/05/komisi-a-tolak-klarifikasi-mendagri

Pos ini dipublikasikan di Bendera Aceh, Partai Aceh, Pemerintahan, Politik, Sejarah dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s